News Update :
Home » » Kelangsungan Hidup

Kelangsungan Hidup

Minggu, 10 Mei 2009 5/10/2009

KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME ADAPTASI Kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat hidup SELEKSI ALAM Alam mengadakan seleksi terhadap makhluk hidup didalamnya REPRODUKSI Perkembangbiakan organisme yang dapat terjadi secara generatif (seksual) atau vegetatif (aseksual)# MACAM MACAM ADAPTASI 1. Adaptasi morfologi a. bentuk kaki burung: pemanjat, perenang, pencengkeram, petengger b. bentuk paruh burung: pemakan ikan, biji, daging, serangga dan penghisap madu c. bentuk mulut serangga d. alat gerak jenis hewan e. tumbuhan darat: xerofit, higrofit dan hidrofit 2. Adaptasi Fisiologi (adaptasi fungsi alat tubuh terhadap lingkungan) a. Herbivora mencerna rumput karena enzim selulosa b. Fungsi kerja sel retina terhadap rangsang cahaya c. Jumlah sel darah manusia di pegunungan dan di dataran rendah 3. Adaptasi tingkah laku (adaptasi tingkah laku organisme terhadap lingkungan) a. Bunglon mengubah warna b. Kerbau berkubang
# SELEKSI ALAM ADAPTIF TIDAK ADAPTIF • Kepunahan suatu jenis organisme Terbentuknya spesies contoh: dinosaurus baru • Hewan dan tumbuhan yang hampi contoh: burung finch punah contoh: bunga bangkai PERKEMBANGBIAKAN ORGANISME Generatif Vegetatif • Peleburan sel sperma dan sel telur • membelah diri • Konjugasi • Tunas
# PEWARISAN SIFAT DAN TEKNOLOGI REPRODUKSI
# ISTILAH ISTILAH GENETIKA • Genotip: Sifat dasar yang tidak tampak dan bersifat tetap pada individu (ditulis dengan simbol huruf) • Fenotip: Sifat yang tampak pada suatu individu dan dapatdiamati dengan pancaindera (rambut lurus) • Dominan: Sifat dari individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutup pemunculan sifat individu lain yang dipersilangkan (huruf besar) • Resesif: Sifat suatu individu yang tidak muncul pada keturunannya karena terkalahkan atau tertutup oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain yang
# •Intermediet: Sifat individu yang pemunculannya merupakan gabungan dari sifat kedua induk yang dipersilangkan • Hibrid: Hasil perkawinan dua individu yang punya sifat beda • Homozigot: Sepasang alel pada sifat suatu individu yang persis sama (simbol huruf sama: KK, HH) • Heterozigot: Sepasang alel tidak persis sama (simbol huruf beda: Kk, Hh)
# PERCOBAAN MENDEL Gregor Johann Mendel (1822-1884) • Peletak prinsip dasar hereditas • Bapak genetika • Objek eksperimen menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum) untuk mengamati tujuh sifat beda yang nyata
# Alasan kacang ercis digunakan sebagai objek • Memiliki bunga sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri • Masa hidup tak lama, sehingga cepat menghasilkan keturunan • Mudah melakukan penyerbukan silang • Memiliki pasangan sifat beda yang
# HUKUM MENDEL HUKUM I MENDEL Dalam peristiwa pembentukan sel kelamin (gamet), pasangan pasangan alel memisah secara bebas. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan satu sifat beda (monohibrid)
# HUKUM II MENDEL Dalam peristiwa pembentukan sel kelamin (gamet), Alel mengadakan kombinasi secara bebas sehingga sifat yang muncul dalam keturunannya beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan satu sifat beda (monohibrid)
# PERSILANGAN MONOHIBRID DOMINAN PENUH Contoh: Persilangan tanaman kacang ercis berbunga merah (MM) dengan tanaman ercis berbunga putih P1 MM >< mm (merah) (putih) Gamet M M m m F1 Mm (Merah)
# P2 Mm >< Mm (merah) (merah) Gamet M m M m F2 MM Mm Mm mm (Merah) (Merah) (Merah) (putih) • Perbandingan fenotip F2 3:1 = Merah : Putih • Perbandingan genotip MM : mm = 1 : 2 : 1
# DOMINAN INTERMEDIET Contoh: Persilangan tanaman kacang ercis berbunga merah (MM) dengan tanaman ercis berbunga putih P1 MM >< mm (merah) (putih) Gamet M M m m F1 Mm (Merah muda) P2 Mm >< Mm (merah muda) (Merah muda) Gamet M m M m F2 MM Mm Mm mm (Merah) (Merah muda) (Merah muda) (putih)
# • Perbandingan fenotip F2 1:2:1 = Merah : Merah muda : putih • Perbandingan genotip F2 MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1
# PERSILANGAN DIHIBRID Persilangan dengan dua sifat beda Contoh: Persilangan kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning dengan kacang ercis berbiji keriput berwarna hijau P1 BBKK >< bbkk (Bulat kuning) (keriput hijau) Gamet BK BK bk bk F1 BbKk (Bulat kuning)
# P2 BbKk >< BbKk (bulat kuning) (bulat kuning) Gamet BK BK Bk Bk bK bK bk bk F2 BK Bk bK bk BBKK BBKk BbKK BbKk BK (bulat kuning) (bulat kuning) (bulat kuning) (bulat kuning) BBKk BBkk BbKk Bbkk Bk (bulat kuning) (bulat hijau) (bulat kuning) (bulat hijau) BbKK BbKk bbKK bbKk bK (bulat kuning) (bulat kuning) (keriput kuning) (keriput kuning) BbKk Bbkk bbKk bbkk bk (bulat kuning) (bulat hijau) (keriput kuning) (keriput hijau)
# • Perbandingan fenotip F2 Bulat kuning : Bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau 9 : 3 : 3 : 1 • Perbandingan genotip F2 BBKK : BBKk : BbKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1

Terimakasih, sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel saya yang berjudul Kelangsungan Hidup . Anda bisa menemukan artikel ini dengan url http://www.himabiofkipunpas.org/2009/05/kelangsungan-hidup.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Kelangsungan Hidup ini sangat bermanfaat bagi anda dan mungkin teman anda, tetapi jangan lupa untuk meletakkan link Kelangsungan Hidup sebagai sumbernya. Jadilah warga negara yang ber-etika!
 

© Copyright HIMABIO FKIP UNPAS 2015 - 2016 | Design by Bidang Media | Published by The Best Site Designer | Powered by Universitas Pasundan.